United States Of America Pointer

30.3.14

Pengujian White Box dan Black Box

Nama   : Lani Citra Agustini
NPM    : 13110965
Kelas  : 4KA20
Dosen  : Kunto Bayu A, ST

WHITE BOX TESTING

Pengujian white box (glass box) adalah pengujian yang didasarkan pada pengecekan terhadap detil perancangan, menggunakan struktur kontrol dari desain program secara procedural untuk membagi pengujian ke dalam beberapa kasus pengujian. Penentuan kasus uji disesuaikan dengan struktur system, pengetahuan mengenai program digunakan untuk mengidentifikasikan kasus uji tambahan.


Tujuan penggunaan white box untuk menguji semua statement program.
Penggunaan metode pengujian white box dilakukan untuk 


  1. Memberikan jaminan bahwa semua jalur independen suatu modul digunakan minimal satu kali 
  2. Menggunakan semua keputusan logis untuk semua kondisi true atau false
  3. Mengeksekusi semua perulangan pada batasan nilai dan operasional pada setiap kondisi.
  4. Menggunakan struktur data internal untuk menjamin validitas jalur keputusan.
Teknik Pengujian white-box berfokus pada struktur control program. Test case dilakukan untuk memastikan bahwa semua statemen pada program telah dieksekusi paling tidak satu kali selama pengujian dan bahwa semua kondisi logis telah diuji. Pengujian basic path, tehnik pengujian white-box, menggunakan grafik (matriks grafiks) untuk melakukan serangkaian pengujian yang independent secara linear yang akan memastikan cakupan.
 
BLACK BOX TESTING
 

Pengujian black box merupakan pendekatan komplementer dari teknik white box, karena pengujian black box diharapkan mampu mengungkap kelas kesalahan yang lebih luas dibandingkan teknik white box. Pengujian black box berfokus pada pengujian persyaratan fungsional perangkat lunak, untuk mendapatkan serangkaian kondisi input yang sesuai dengan persyaratan fungsional suatu program.

Pengujian black box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dibangkitkan, dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.


  1. Pengujian black box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang
  2. Kesalahan interface
  3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal 
  4. Kesalahan kinerja 
  5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi.
Berbeda dengan pengujian white box, pengujian black box cenderung
diaplikasikan selama tahap akhir pengujian. Pengujian black box harus dapat menjawab pertanyaan sebagai berikut :

  • Bagaimana validitas fungsional diuji
  • Kelas input apa yang akan membuat kasus pengujian menjadi lebih baik
  • Apakah system akan sangat sensitive terhadap harga input tertentu
  • Bagaimana batasan dari suatu data diisolasi
  • Kecepatan data apa dan volume data apa yang akan ditoleransi oleh system
  • Apa pengaruh kombinasi tertentu dari data terhadap system operasi.
Teknik pengujian black-box berfokus pada domain informasi dari perangkat lunak, dengan melakukan test case dengan menpartisi domain input dari suatu program dengan cara yang memberikan cakupan pengujian yang mendalam. 

Sumber :
http://ug-blogqu.blogspot.com/2010/05/teknik-pengujian-white-box-dan-black.html
http://liapsa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19804/BAB+6.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar